Selasa, 12 Agustus 2014

IA

semua berawal dari kata ia..................
namun semua seakan sia-sia.......
tapi ALLAH SWT tidak akan mngkin membiarkan semua usaha sia-sia....
apa yg sia-sia????
dan apa yang di awalin dengan kata ia????
apa hnya sebuah kata yang tidak mengandung arti??
atau hanya sebuah huruf yang di gabungkan menjadi kata ia??

apa kata ia itu??
apa arti dari kata ia??
aq hanya mengerti itu sebuah kata yang tidak bisa aq artikan dengan sebuah arti saja,,,
karena kata ia memiliki arti yang begitu banyak.....

ia?????
mngkin saat ini dengan kata ia aq mampu memberi jawaban dan juga kepastian untukmu....
saat ini aq hanya mampu mengatakan
IA AKU MENCINTAIMU...
IA AKU MENYAYANGIMU.....
IA AKU TELAH MENYAKITI PERASAANMU..
DAN MEMANG IA AKU TAK MENGERTI DENGAN SIFAT ASLI KU...

 

Jumat, 06 Juni 2014

BASIS DATA

Pangkalan data atau basis data (bahasa Inggrisdatabase), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.
Istilah "basis data" berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.
Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.
Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.

Selasa, 27 Mei 2014

METODE SAW

Metode Simple Additive Weighting (SAW) sering juga dikenal istilah metode penjumlahan terbobot.
Konsep dasar metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut (Fishburn, 1967) (MacCrimmon, 1968).
Metode SAW membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan (X) ke suatu skala yang dapat diperbandingkan dengan semua rating alternatif yang ada.  Metode ini merupakan metode yang paling terkenal dan paling banyak digunakan dalam menghadapi situasi Multiple Attribute Decision Making (MADM). MADM itu sendiri merupakan suatu metode yang digunakan untuk mencari alternatif optimal dari sejumlah alternatif dengan kriteria tertentu. Metode SAW ini mengharuskan pembuat keputusan menentukan bobot bagi setiap atribut. Skor total untuk alternatif diperoleh dengan menjumlahkan seluruh hasil perkalian antara rating (yang dapat dibandingkan lintas atribut) dan bobot tiap atribut. Rating tiap atribut haruslah bebas dimensi dalam arti telah melewati proses normalisasi matriks sebelumnya.

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN

Sistem pendukung keputusan (Inggris: decision support systems disingkat DSS) adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan.
Dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik.
Menurut Moore and Chang, SPK dapat digambarkan sebagai sistem yang berkemampuan mendukung analisis ad hoc data, dan pemodelan keputusan, berorientasi keputusan, orientasi perencanaan masa depan, dan digunakan pada saat-saat yang tidak biasa.
Tahapan SPK:
  • Definisi masalah
  • Pengumpulan data atau elemen informasi yang relevan
  • pengolahan data menjadi informasi baik dalam bentuk laporan grafik maupun tulisan
  • menentukan alternatif-alternatif solusi (bisa dalam persentase)
Tujuan dari SPK:
  • Membantu menyelesaikan masalah semi-terstruktur
  • Mendukung manajer dalam mengambil keputusan
  • Meningkatkan efektifitas bukan efisiensi pengambilan keputusan
Dalam pemrosesannya, SPK dapat menggunakan bantuan dari sistem lain seperti Artificial Intelligence, Expert Systems, Fuzzy Logic, dll.

Rabu, 01 Mei 2013

love u

s'ti2k ksih mbwt qt sling menyayangi. s'ucap kata mbwt qt sling mengasihi. s'kcil luka akn mbwt qt kcwa. Tetapi s'buah k'stiaan akn s'lma@ brmkna.

"love u papa"

Selasa, 05 Februari 2013

kp

1 minggu telah berjalan, rasanya lumayan menyenangkan.
tapi setiap hari harus bertengkar sama si do'i...
tapi itu hal yang menyenangkan dan harus ku jalani seikhlas hati q...
sabar,,,
moga semua akan bai-baik aja...
tenang sayang aku akan setia selalu...
jangan takut dan jangan bimbang pada q..
I LOVE PAPA

Jumat, 30 November 2012

Transformasi adalah suatu perpindaban/perubaban.


  1. TRANSLASI (Pergeseran sejajar)
Matriks
Perubahan
Perubahan
é a ù
ë bû
(x,y) ® (x+a, y+b)
F(x,y) = 0 ® (x-a, y-b) = 0
Ket :
x' = x + a
® x = x' - a
y' = y + b
® y = y' -b
  1. Sifat:
    • Dua buah translasi berturut-turut é a ù diteruskan dengan
                                                  
      ë b û
      dapat digantikan dengan 
      é c ù translasi tunggal é a + c ù
                                       
      ë d û                       ë b + d û 
    • Pada suatu translasi setiap bangunnya tidak berubah.

  2. REFLEKSI (Pencerminan terhadap garis)
Pencerminan terhadap
Matriks
Perubahan Titik
Perubahan fungsi
sumbu-x
é 1 -0 ù
ë 0 -1 û
(x,y) ® (x,-y)
F(x,y) = 0 ® F(x,-y) = 0
sumbu -y
é -1 0 ù
ë -0 1 û
(x,y) ® (-x,y)
F(x,y) = 0 ® F(-x,y) = 0
garis y = x
é 0 1 ù
ë 1 0 û
(x,y) ® (y,x)
F(x,y) = 0 ® F(y,x) = 0
garis y = -x
é -0 -1 ù
ë -1 -0 û
(x,y) ® (-y,-x)
F(x,y) = 0 ® F(-y,-x)= 0


  1. Ket. : Ciri khas suatu matriks Refleksi adalah determinannya = -1


    SIFAT-SIFAT
a.    Dua refleksi berturut-turut terhadap sebuah garis merupakan suatu identitas, artinya yang direfleksikan tidak berpindah.
b.    Pengerjaan dua refleksi terhadap dua sumbu yang sejajar, menghasilkan translasi (pergeseran) dengan sifat:
§  Jarak bangun asli dengan bangun hasil sama dengan dua kali jarak kedua sumbu pencerminan.
§  Arah translasi tegak lurus pada kedua sumbu sejajar, dari sumbu pertama ke sumbu kedua. Refleksi terhadap dua sumbu sejajar bersifat tidak komutatip.
c.    Pengerjaaan dua refleksi terhadap dua sumbu yang saling tegak lurus, menghasilkaan rotasi (pemutaran) setengah lingkaran terhadap titik potong dari kedua sumbu pencerminan. Refleksi terhadap dua sumbu yang saling tegak lures bersifat komutatif.
d.    Pengerjaan dua refleksi berurutan terhadap dua sumbu yang berpotongan akan menghasilkan rotasi (perputaran) yang bersifat:
§  Titik potong kedua sumbu pencerminan merupakan pusat perputaran.
§  Besar sudut perputaran sama dengan dua kali sudut antara kedua sumbu pencerminan.
§  Arah perputaran sama dengan arah dari sumbu pertama ke sumbu kedua.

                ROTASI (Perputaran dengan pusat 0)
rotasi
matriks
perubahan titik
perubahan fungsi
½ p
é0  -1ù
ë1 -0 û
(x,y) ® (-y,x)
F(x,y) = 0 ® F(y,-x) = 0
p
é-1  0ù
ë1 -1 û
(x,y) ® (-x,-y)
F(x,y) = 0 ® F(-x,-y) = 0
3/2 p
é0  -1ù
ë-1 0 û
(x,y) ® (y,-x)
F(x,y) = 0 ® F(-y,x) = 0
q
écosq -sinq ù
ësinq  cosq û
(x,y) ® (x cos q - y sinq, x sin q + y cos q)
F(x,y) = 0
® F(x cos q + y sin q, -x sin q + y cos q) = 0
               
Ket.: Ciri khas suatu matriks Rotasi adalah determinannya = 1

SIFAT-SIFAT
 .     Dua rotasi bertumt-turut mempakan rotasi lagi dengan sudut putar dsama dengan jumlah kedua sudut putar semula.
a.    Pada suatu rotasi, setiap bangun tidak berubah bentuknya.

Catatan:

Pada transformasi pergeseran (translasi), pencerminan (refleksi) dan perputaran (rotasi), tampak bahwa bentuk bayangan sama dan sebangun (kongruen) dengan bentuk aslinya. Transformasi jenis ini disebut transformasi isometri.

                DILATASI (Perbesaran terhadap pusat 0)
Dilatasi
Matriks
Perubahan titik
Perubahan fungsi
(0,k)
ék  0ù
ë0  kû
(x,y)®(kx,ky)
F(x,y)=0®F(x/k,y/k)
               
Ket.:

(0, k) merupakan perbesaran atau pengecilan dengan tergantung dari nilai k.

Jika A' adalah peta dari A, maka untuk:
a. k > 1
® A' terletak pada perpanjangan OA
b. 0 < k < 1
® A' terletak di antara O dan A
c. k > 0
® A' terletak pada perpanjangan AO

                TRANSFORMASI LINIER

Ditentukan oleh matriks
éa  bù
                                
ëc  dû

é x' ù = é a b ù é x ù
ë y' û   ë c d û ë y û


é x ù =    1        é a -b ù é x' ù
ë y û   ad - bc     ë -c d û ë y' û 
Perubahan Titik
Perubahan Fungsi
(x,y)®(ax+by, cx+dy)
F(x,y)=0 ® édx - by , -cx + ay ù
                
ëad - bc    ad - bc û
               
Prinsipnya adalah mencari matriks invers dari matriks transformasi yang diketahui.
                        KOMPOSISI TRANSFORMASI
                        Jika A =   é a b ù adalah T1 dan B = é e f ù adalah T2
ttt         ë c d û                          ë g hû
                       
maka T2 ° T1 = BA =
é e f ù é a b ù
                            ë g hûë c d û
                        ® menyatakan transformasi T1 dilanjutkan dengan T2
                       
TRANSFORMASI INVERS
Jika suatu transformasi diwakili oleh matriks M, memetakan titik P ke P1, maka transformasi ini memetakan P1 ke P, diwakili oleh matriks M-1 (yaitu jika M-1 ada).